Senin, 22 April 2013

MAKALAH BAHASA INDONESIA “ PENYAJIAN (PRESENTASI ILMIAH) ”


BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Keterampilan berbahasa mencakup empat komponen dasar ,yaitu menyimak,berbicara,membaca,dan menulis.Keempat keterampilan ini diperoleh secara bertahap dan teratur serta berhubungan satu sama lain.Meskipun keterampilan berbicara ini telah diperoleh oleh satiap orang ketika masa kanak-kanak,kebutuhan mahasiswa akan kemampuan berbicara tak dapat diabaikan begitu saja. Penyajian lisan dapat disejajarkan dengan berbicara.Berbicara adalah suatu keterampilan berbahasa yang berkembang pada kehidupan masa kanak-kanak yang hanya didahului oleh keterampilan menyimak,dan pada massa tersebutlah keterampilan berbicara dipelajari.Berbicara sudah barang tentu berhubungan erat dengan perkembangan kosakata yang diperoleh oleh setiap orang melalui kegiatan menyimak dan membaca atau juga menulis.Untuk memenuhi kebutuhan pembelajarannya,kebutuhan mahasiswa akan berbicara tidak lagi mengarah ke situ,tetapi lebih berorientasi kepada proses penyajian lisan sebagai wadah penyampaian suatu gagasan. Kemahiran dalam penyajian lisan bukan hanya menuntut penggunaan bahasa yang baik dan lancar melainkan juga menghendaki persyaratan-persyaratan lain,misalnya : kebenaran,ketenangan sikap,kesanggupan mengadakan reaksi yang cepat dan tepat,kesanggupan menampilkan gagasan-gagasannya secara lancar dan teratur,serta ketidakkakuan dan ketidakcanggungan gerak. Seiring dengan perkembangan bahwa penyajian lisan itu sudah menjadi salah satu kebutuhan mahasiswa.Alasannya bahwa di samping mahasiswa harus mampu mengungkapkan pikiran,gagasan,dan sikap ilmiahnya ke dalam berbagai bentuk karya ilmiah yang berkualitas,juga mereka harus mampu menyajikan karya ilmiah yang ditulisnya di depan forum sesuai dengan kriteria penyajian yang baik.Untuk hal tersebut,berikut akan disajikan dua bentuk penyajian lisan,yaitu presentasi ilmiah dan berpidato. B.Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari makalah ini,yaitu : 1.Apa bentuk-bentuk penyajian lisan ? 2.Bagaimana tata cara dan etika presentasi ilmiah ? 3.Apa nilai-nilai yang diperhatikan dalam berpidato ? C.Tujuan Adapun tujuan dari makalah ini yaitu : 1.Untuk mengetahui bentuk-bentuk penyajian lisan . 2.Untuk mengetahui tata cara dan etika presentasi ilmiah . 3. Untuk mengetahui nilai-nilai yang diperhatikan dalam berpidato.   BAB II PEMBAHASAN A.Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah merupakan kegiatan yang lazim dilakukan dalam dunia ilmiah.Kegiatan tersebut berfungsi untuk penyebaran informasi ilmiah ,baik informasi konseptual maupun informasi prosedural. 1.1 Presentasi ilmiah yang efektif adalah penyajian bahan ilmiah oleh seseeorang di suatu forum yang di dalamnya hadir sejumlah peserta yang secara sukarela terlibat aktif dalam interaksi verbal ilmiah menuju tercapainya tujuan selama waktu yang tersedia. Agar presentasi berjalan dengan baik,kiat-kiat yang perlu diterapkan di antaranya: a.menarik minat dan perhatian peserta ; b.mengarahkan perhatian peserta ; c.mempertahankan minat dan perhatian peserta ; d.menjaga agar pesentasi tetap terfokus pada masalah yang dibahas,dan e.menjaga etika . Untuk menarik minat dan perhatian pada apa yang dibahas,seorang penyaji dapat menggunakan media yang menarik,yang dapat berupa media visual seperti gambar dengan warna yang menarik,suara yang cukup keras bagi peserta,dan/atau ilustrasi,anekdot ,dan demonstrasi.Selanjutnya,perhatian mereka perlu diarahkan pada fokus pembahasan dengan cara yang menarik pula dengan memanfaatkan informasi latar belakang peserta.Perhatian mereka perlu dijaga atau dipertahankan dengan cara menjaga agar suara tidak monoton,dan dengan menggunakan variasi media.dalam hal ini multimedia sangat membantu.Akan tetapi,apabila perangkat keras sangat terbatas,paling tidak cara berbicara yang perlu divariasi.Alur presentasi perlu dijaga agar tetap fokus dengan menyatakan terus terang fokus pembahasan dan penyaji menaaati bahan yang telah dipersiapkan serta memberi penjelasan singkat dan padat mengenai butir-butir ini.Etika dijaga dengan cara menghindari hal-hal yang dapat merugikan orang lain.Butir-butir rinci tentang etika akan diuraikan dibawah ini. 1.2 Tata Cara dan Etika Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah akan berhasil jika penyaji menaati ketiga tata cara yang lazim a.Penyaji perlu memberi informasi kepada peserta secara memadai.Informasi tersebut akan dipahami dengan baik jika peserta memperoleh bahan tertulis juga(baik bahan penuh dalam bentuk makalah maupun bahasan presentasi powerpoint).Jika diperlukan,bahan disertai dengan ilustrasi yang relevan. b.Penyaji menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia.Untuk hal ini penyaji perlu merencanakan penggunaan waktu dan menaati panduan yang diberikan oleeh moderator. c.Penyaji menaati etika. Etika berkenaan dengan keyakinan dan prinsip mengenai mana yang benar dan mana yang salah dan mana yang secara moral benar atau berterima.Satu nilai yang harus dipegang dalam menjaga etika adalah “ menjaga perilaku agar tidak merugikan orang lain ”.Kerugian mencakup kehilangan hak atau kesempatan ,kehilangan muka dan tersinggung perasaannya.Hak dalam forum ialah hak untuk berbicara,hak untuk mempertahankan atau membela pendapatnya,dan hak untuk mendapat pengakuan.Bila seseorang telah melakukan sesuatu yang sangat berharga,dia mempunyai hak untuk mendapat pengakuan. Butir lain yang perlu diperhatikan dalam hal etika adalah kejujuran.Dalam dunia ilmiah,kejujuran merupakan butir etis terpenting.Setiap orang wajib bersikap sangat terbuka dalam segala hal menyangkut informasi yang disajikan.Jika dia menyajikan data,dia harus jujur menyebutkan apakah data hasil penelitiannya,atau diambil dari sumber lain yang juga harus disebutkan lengkap sesuai dengan kelaziman dunia ilmiah. Dalam forum ilmiah seperti presentasi ,selain ada penyaji pasti ada beberapa pameran lain yang ikut terlibat,yakni presentasi,moderator,dan notulen,serta bila diperlukan tenaga teknisi.Semua pemeran tersebut wajib menjaga etika agar penyajian tetap berlangsung secara baik dan efektif.Peserta misalnya,jujur terhadap dirinya.Artinya,dia akan bertanya apabila tidak tahu,akan mencari klarifikasi apabila masih bingung atau belum yakin,akan mengecek apakah pemahamannya sudah benar dan sebagainya.Selain itu,setiap peserta wajib menghargai pendapat/gagasan orang lain dan hal ini mensyaratkan bahwa dia wajib menyimak apabila ada orang yang berbicara. Jalannya suatu forum ilmiah banyak ditentukan oleh peran moderator sebagai pemandu.Etika yang harus dijaganya adalah bahwa dia harus adil dan taat jadwal.Dia harus adil dalam arti bahwa semua peserta sedapat mungkin memperoleh kesempatan yang relative berpartisipasi aktif selama forum berlangsung.Keseimbangan wilayah,keseimbangan kesetaraan jender,dan keseimbangan persoalan yang diangkat harus benar-benar dijaga oleh moderator.Selanjutnya,dia harus menaati waktu yang telah ditetapkan dan berhubungan dengan dua hal.Pertama,dia seyogyanya tidak terlalu banyak mengambil waktu untuk komentar yang tidak funssional.Kedua,dia harus mengatur waktu yang digunakan oleh semua pihak ,baik oleh penyaji maupun oleh peserta.Oleh karena itu,dia harus punya keberanian menginterupsi pembicaraan seseorang atau mengingatkan orang yang waktu dengan tetap secara santun sekaligus tetap tegas. Semua hal yang terungkap selam forum berjalan perlu dicatat secara rapi oleh notulen.Hasil catatan yang telah ditata ringkas sebaiknya dicetak dan dibagikan kepada semua orang yang terlibat.Hal ini memberikan kesempatan bagi pemilik gagasan/konsep untuk meluruskan jika ada hal-hal yang kurang tepat. Teknisi wajib memastikan bahwa peralatan teknologi yang digunakan bekerja dengan baik.Dia harus melalukan pengecekan akhir sebelum forum dimulai,dan secara teratur mengontrol jalannya forum dari segi teknologi.Apabila terjasi sesuatu pada teknologi,dia harus bertindak menyelamatkan jalannya kegiatan. 1.3 Penyajian Bahan Presentasi Ilmiah Dalam era teknologi informasi ini,presentai ilmiah dengan multimedia sudah merupakan kebutuhan karena beberapa alasan. a.presentasi akan menjadi menarik, b.penyaji dapat menghemat waktu, c.penyaji dapat memberikan penekanan pada butir yang dikehendaki secara menarik, d.peserta langsung dapat mengopi file presentasi jika diperlukan, e.penyaji sangat dienakkan dengan hanya membawa bahan dalam flashdisk presentasi jika diperlukan, f.bahan presentasi dapat dibuat sangat ringkas. Agar manfaat multimedia dapat dinikmati,presentasi ilmiah perlu dipersiapkan dengan baik.Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menyiapkan bahan presentasi : 1) Tentukan butir-butir terpenting bahan yang dibahas, 2) Atur butir-butir tersebut agar alur penyajian runtut dan runut (koheren dan kohesif ), 3) Kerangka pikir perlu diungkapkan dan disajikan dalam bentuk diagram atau bagan alir untuk menunjukkan alur penalarannya, 4) Tuliskan semua dalam bingkai powerpoint dengan ukuran huruf/gambar yang memadai, 5) Pilih rancangan slide yang cocok (perhatikan kontras warna), 6) Penayangan uji coba untuk memastikan bahwa semua bahan dalam slide terbaca seluruh peserta yang berada dalam ruangan, 7) Cetak bahan untuk dipakai sebagai pegangan peserta dalam penyajian. 1.4 Melaksanakan Presentasi Ilmiah Presentasi ilmiah pada intinya mengomunikasikan bahan ilmiah kepada peserta forum ilmiah.Di dalam pelaksanaannya berlaku prinsip-prinsip komunikasi.Beberapa prinsip komunikasi berikut ini dipertimbangkan oleh penyaji . a. Mengurangi gangguan komunikasi secara antisipatif; 1) Memastikan kecukupan pencahayaan dan ruang gerak, 2) Memperhatikan tingkat kapasitas peserta ketika memilih bahasa dan media, 3) Menghindari kemungkinan penafsiran ganda ungkapan yang dipilih, 4) Berpikir positif tentang peserta, 5) Membuat peserta merasa nyaman ,berterima,dihormati,dan dihargai, 6) Mempertimbangkan budaya peserta, 7) Bersikap terbuka terhadap sikap dan pendapat orang lain yang berbeda, 8) Memastikan pilihan kostumnya sudah sesuai dan tepat dengan forum. b.Memaksimalkan efektivitas dalam proses presentasi 1) Memastikan bahwa suaranya terdengar semua peserta, 2) Memastikan bahwa penyaji dapat dilihat oleh semua peserta, 3) Menjadi penyimak/pendengar yang baik, 4) Memberi kesempatan kepada peserta untuk bertanya,cari klasifikasi dll, 5) Mendorong peserta untuk aktif terlibat, 6) Merespon pada kebutuhan peserta, 7) Menggunakan media yang menarik dan tepat dan guna. B.Berpidato Sebagai insan terpelajar mahasiswa dituntut memilki kinerja yang memuaskan dalam semua aspek kehidupan,baik di kampus maupun di tengah masyarakat.Selain mampu menulis beragam karya ilmiah dan mempresentasikannya dengan baik,mahasiswa juga dituntut mampu berpidato apabila diperlukan.Dalam kenyataannya,baik di kampus maupun ditengah masyarakat,kemampuan berpidato dibutuhkan oleh mahasiswa.Untuk itu,pengembangan kemampuan berpidato perlu dilakukan walaupun porsinya lebih sedikit jika dibandingkan dengan kegiatan penulisan karya ilmiah.Melalui upaya ini diharapkan tampilan mahasiswa dalam berpidato benar-benar menunjukkan kualitasnya sebagai insan yang terpelajar. 2.1 Pengertian berpidato Berpidato merupakan salah satu wujud kegiatan berbahasa lisan.Sebagai wujud kegiatan berbahasa lisan,berpidato mementingkan ekspresi gagasan dan penalaran dengan menggunakan bahasa lisan yang didukung aspek-aspek nonkebahasaan (ekspresi badan,gerak isyarat,sikap,kontak pandang dll).Dengan demikian,berpidato adalah kegiatan menyampaikan gagasan secara lisan dengan menggunakan penalaran yang tepat serta memanfaatkan aspek-aspek nonkebahasaan yang dapat mendukung efektivitas dan efisiensi pengungkapan gagasan kepada orang banyak dalam suatu acara tertentu. 2.2 Kriteria Berpidato yang Baik Setiap orang yang hendak berpidato pasti berusaha dan berharap pidato yang disampaikan dinilai oleh pendengar sebagai pidato yang baik.Pidato yang baik ditandai oleh beberapa kriteria,di antaranya : a. Isinya sesuai dengan kegiatan yang sedang berlangsung; b. Isinya menggugah dan bermanfaat bagi pendengar; c. Isinya tidak menimbulkan pertentangan sara; d. Isi jelas,benar,dan objektif; e. Bahasa yang digunakan mudah dimengerti pendengar,serta; f. Disampaikan secara santun,rendah hati,dan bersahabat. 2.3 Tata Cara dan Etika Berpidato Tata cara berpidato merujuk kepada langkah-langkah dan urutan untuk memulai,mengembangkan,dan mengakhiri pidato.Langkah-langkah dan urutan berpidato secara umum diawali dari pembukaan,sajian isi,dan penutup.Pembukaan biasanya berisi sapaan kepada pihak-pihak yang diundang atau yang hadir dalam suatu acara.Selanjutnya,sajian isi merupakan hasil penjabaran gagasan pokok yang akan disampaikan dalam pidato.Sebagai hasil penjabaran gagasan poko,sajian isi perlu dirinci sesuai dengan waktu yang disediakan.Sementara penutup pidato berisi penegasan kembali gagasan pokok yang telah dipaparkan dan terima kasih kepada semua pihak. Etika berpidato merujuk kepada nilai-nilai kepatutan yang perlu diperhatikan dan dijunjung ketika seseorang berpidato.Nilai-nilai (values)yang patut diperhatikan adalah : a. Tidak menyinggung perasaan orang lain; b. Upaya mengahargai dan membangun optimisme pendengarnya; c. Sikap jujur dan terbuka,dan d. Rasa empati dan persahabatan. 2.4 Menulis Naskah Pidato Menulis naskah pidato perlu dilakukan apabila kegiatan berpidato yang akan dilakukan memang dipersiapkan sebelumnya.Akan tetapi,apabila kegiatan itu dilakukan secara spontan tentu tidak perlu menulis naskah pidato sebelum kegiatannya dilakukan.Hakikat menulis naskah pidato adalah menuangkan gagasan ke dalam bentuk bahasa tulis yang siap dilisankan melalui kegiatan berpidato.Pilihan kosakata dan kalimat serta paragrafnya sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan ketika seseorang menuliskan naskah (ilmiah) yang lain.Situasi resmi dan tidak resmi akan menentukan pilihan kosakata dalam menulis naskah pidato.Sekalipun naskah pidato itu merupakan bahasa tulis,ia tetap merupakan bahasa tulis yang akan dilisankan sehingga konteks kelisanan perlu diperhatikan. 2.5 Menyampaikan Pidato Menyampaikan pidato berarti melisankan naskah pidato yang telah dipersiapkan.Akan tetapi,menyampaikan pidato bukan sekedar membacakan naskah pidato di depan hadiran ,melainkan perlu juga menghidupkan dan menghangatkan suasana.Untuk menciptakan interaksi yang hangat dengan para pendengar .Untuk itu,seseorang yang akan berpidato harus mampu menganalisis situasi dan memanfaatkan hasil analisisnya itu untuk menghidupkan suasana ketika ia berpidato.Apabila pidato yang disampaikan bukan atas nama orang lain (bukan membacakan naskah pidato atasan atau orang lain),kita masih dapat melakukan penambahan-penambahan sepanjang waktu yang disediakan memadai.Yang terpenting,penambahan itu memperkaya isi pidato,dapat menghagatkan suasana, dan bermanfaat,serta dapat memperjelas isi dalam naskah pidato. BAB III PENUTUP A.Kesimpulan 1. Bentuk-bentuk penyajian lisan ada dua ,yaitu : • Presentasi ilmiah merupakan kegiatan yang lazim dilakukan dalam dunia ilmiah.Kegiatan tersebut berfungsi untuk penyebaran informasi ilmiah ,baik informasi konseptual maupun informasi prosedural. • Berpidato merupakan salah satu wujud kegiatan berbahasa lisan.Sebagai wujud kegiatan berbahasa lisan,berpidato mementingkan ekspresi gagasan dan penalaran dengan menggunakan bahasa lisan yang didukung aspek-aspek nonkebahasaan (ekspresi badan,gerak isyarat,sikap,kontak pandang dll) 2. Presentasi ilmiah akan berhasil jika penyaji menaati ketiga tata cara yang lazim a.Penyaji perlu memberi informasi kepada peserta secara memadai.Informasi tersebut akan dipahami dengan baik jika peserta memperoleh bahan tertulis juga(baik bahan penuh dalam bentuk makalah maupun bahasan presentasi powerpoint).Jika diperlukan,bahan disertai dengan ilustrasi yang relevan. b.Penyaji menyajikan bahan dalam waktu yang tersedia.Untuk hal ini penyaji perlu merencanakan penggunaan waktu dan menaati panduan yang diberikan oleeh moderator. c.Penyaji menaati etika. 3. Nilai-nilai yang diperhatikan dalam berpidato : a. Tidak menyinggung perasaan orang lain; b. Upaya mengahargai dan membangun optimisme pendengarnya; c. Sikap jujur dan terbuka,dan d. Rasa empati dan persahabatan. B.Saran 1. Diharapkan setelah berpedoman pada tata cara presentasi ilmiah dalam makalah ini, mahasiswa dapat melaksanakan presentasi ilmiah dengan lebih baik lagi dari sebelumnya. Untuk menarik minat dan perhatian pada topik/masalah yang dibahas, seorang penyaji dapat menggunakan media yang menarik (media visual seperti gambar dengan warna yang menarik, ilustrasi, dll.), mengetahui latar belakang peserta, dan menjaga suara agar tidak monoton serta terdengar jelas oleh seluruh peserta yang berada di suatu ruangan. Untuk menjaga agar presentasi tetap fokus pada makalah yang dibahas, penyaji harus menaati bahan yang telah disiapkan dan memberi penjelasan singkat, padat, terhadap butir-butir inti.   DAFTAR PUSTAKA Tim Penyusun.2008. Buku Bahasa Indonesia.Makassar:UPT MKU Unhas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar